Cara Membuat "Pupuk Organik Padat"

No comment yet
Banyak sudah petunjuk membuat pupuk organik padat yang merupakan dasar untuk bahan makanan utama bagi tanaman. Untuk menanam padi secara alami, pupuk ini jelas merupakan keniscayaan.

Di bawah ini ada langkah-langkah umum caranya membuat. Tentu ada gunanya untuk mereka yang belum tahu. Kami akan secara bertahap menuliskan semua langkah yang diperlukan untuk pertanian organik secara paling sederhana tanpa masukan bahan-bahan apa pun yang lain dari luar komunitas kami.

Kami telah mempelajarinya dan mencobanya di depan sekolah kami. Tapi untuk kebutuhan yang lebih banyak kami masih akan harus menunggu lagi. Terutama untuk keperluan kapur pertanian, sekarang kami sedang kesulitan. Memang bisa pakai abu dapur, tapi prosesnya agak terlalu lama. Padahal keperluannya banyak. Untuk 1.000 meter persegi sawah diperlukan untuk tahap pertama sebanyak dua ton pupuk padat.

Wah, dari mana ya kami dapat memperolehnya. Sayang, tak ada gunung kapur di sekitar wilayah kami sehingga bisa kami urus pengelolaannya.

Siapa mau bantu? Klik di sini jika membantu.


Bahan-bahan:
  • Mendil (kotoran kambing) atau kotoran sapi - sebanyak 1 meter kubik
  • Jerami atau berbagai daun-daunan, batang atau daun ilalang, dll. - sebanyak 1 meter kubik
  • Kapur pertanian atau abu dapur - sebanyak k.l. 50 kg
  • Sekam sebanyak 3 s.d. 4 ember besar
  • Potongan rambut, jika ada; atau bulu ayam; dibutuhkan untuk menambah unsur kalium.

Cara membuat:
  • Bahan-bahan yang sudah disediakan ditumpuk satu di atas yang lain dengan urutan sebagai berikut: Jerami/dedaunan (urutan pertama), mendil (kedua), kapur pertanian/abu dapat (ketiga) ... Porsi ukuran keseluruhan yang tercantum di atas hendaklah dibagi merata dalam lapisan-lapisan tersebut.
  • Campur pula secara merata dua bahan yang lain yaitu sekam dan rambut manusia atau bulu ayam. Urutan penumpukan ini dilakukan terus-menerus hingga mencapai ketinggian 1 s.d. 1,5 meter
  • Diamkan tumpukan calon kompos sampai 10 hari
  • Setelah 10 hari, kompos dibalik ke bagian sebelah yang kosong, kemudian didiamkan lagi selama 10 hari; lalu dibalik lagi ke tempat semula; begitu seterusnya sampai 40 hari atau lebih; tiga atau empat kali dibalik.

Setelah itu pupuk dapat langsung digunakan.

Tata Cara Pembuatan Kompos Cair

No comment yet



Dalam pengolahan kompos ini, peran masyarakat cukup tinggi. Karena budaya ini lebih efektif bila dimulai dari rumah sendiri, yaiu menumbuhkan kebiasaan untuk memisahkan sampah kering (non-organik) dan sampah basah (organik). Kenapa harus dipisahkan? karena kedua sampah tersebut pemanfaatannya berbeda, yakni : sampah kering bisa didaur ulang menjadi berbagai macam barang, sedangkan sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos dan pupuk cair. Pupuk yang dihasilkan dari sampah organik ini biasa disebut dengan pupuk organik. Selain menyehatkan lingkungan, keunggulan lain dari pupuk organik ini adalah dapat membantu revitalisasi produktivitas tanah, menekan biaya usaha tani, serta meningkatkan kualitas produk.
Pada dasarnya, sampah organik tidak hanya bisa dibuat menjadi kompos atau pupuk padat, tetapi bisa juga dibuat sebagai pupuk cair. Pupuk cair ini mempunyai banyak manfaat. Mulai dari fungsinya sebagai pupuk, hingga sebagai aktivator untuk membuat kompos.
Untuk membuat kompos cair dibutuhkan alat atau wadah yang disebut komposter. Yakni sebuah tempat yang dibuat dari tong sampah plastik atau kotak semen yang dimodifikasi dan diletakkan di dalam atau di luar ruangan. Komposter ini bertujuan untuk mengolah semua jenis limbah organik rumah tangga menjadi bermanfaat.
Adapun langkah-langkah untuk melakukan pengomposan dengan menggunakan komposter, adalah sebagai berikut :
1. Pilih sampah organik seperti sisa makanan, sisa sayuran, kulit buah, sisa ikan, dan daging segar agar terpisah dari sampah. Sampah berupa plastik, kardus bekas minyak, oli, beling, dan air sabun harus dipisahkan agar prosesnya berjalan cepat.
2. Sampah yang berukuran besar seperti batang tanaman, sayuran daun, atau kulit buah yang keras sebaiknya dirajang terlebih dahulu agar pembusukannya sempurna. Selain itu, volume sampah yang terapung juga semakin banyak.
3. Siapkan cairan bioaktivator boisca, yakni salah satu bioaktivator yang bisa digunakan untuk mempercepat proses pengomposan. Bioaktivator ini berfungsi untuk membantu mempercepat proses pembusukan.
Tata cara penggunaannya sebagai berikut, Pertama, siapkan sprayer ukuran 1 liter. Kedua, isi sprayer dengan air. Sebaiknya gunakan air sumur karena tidak mengandung kaporit. Namun, jika ingin memakai air PAM, air tersebut harus diendapkan terlebih dahulu selama satu malam. Tujuannya agar kaporitnya menguap. Pasalnya, kaporit di dalam air bisa mematikan mikroba yang ada di dalam boisca. Ketiga, tambahkan boisca ke dalam sprayer dengan perbandingan 1 liter air ditambah dengan 1-2 tutup botol boisca. Dan, Keempat, kocok-kocok sampai merata. Setelah itu, cairan siap digunakan.
4. Setelah sampahnya terkumpul dan dirajang, masukkan seluruhnya ke dalam komposter, lalu semprotkan boisca hingga merata ke seluruh sampah dan tutup rapat komposter.
5. Pada awal pemakaian, komposter baru bisa menghasilkan lindi (air sampah) atau kompos cair setelah dua minggu. Selanjutnya, pemanenan lindi dilakukan setiap 1-2 hari sekali.
Teknik pembuatan kompos cair ini diungkapkan Sukamto Hadisuwito dalam buku Membuat Pupuk Kompos Cair yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka. Buku ini berisi tentang tip mengolah sampah di rumah sendiri, jenis-jenis pupuk organik padat dan cair, manfaat pupuk organik cair, serta aplikasi pupuk cair pada tanaman.